PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya akan menyediakan 40.066 tempat duduk untuk mengantisipasi penumpang yang akan mudik lebaran tahun 2008. Kapasitas tempat duduk sebesar itu digunakan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah calon penumpang yang akan mudik dari Surabaya.
”Kita prediksikan jumlah penumpang angkutan lebaran kali ini dari Surabaya sebesar 758.368 penumpang,” kata Kepala Daerah Operasi VIII Mulianta Sinulingga kepada tabloid-onboard.com di Surabaya, kemarin.
Menurutnya, kapasitas penumpang sebesar itu terdiri dari layanan kereta api reguler jarak jauh sebesar 12.174 kapasitas, kereta reguler jarak dekat sebesar 13.216 kapasitas, kereta api lokal (KRD dan Komuter) sebesar 12.724 kapasitas, dan kereta tambahan khusus lebaran yang diusulkan sekitar 1.952 kapasitas.
Pada kesempatan itu, Mulianta juga mengatakan bahwa pihaknya akan membatasi jumlah penumpang KA Ekonomi hingga maksimal 150 persen dari kapasitas angkut kereta api. Sedangkan untuk KA Bisnis diberikan toleransi hingga maksimal 125 persen. ”Kami juga membatasi jumlah pembeli karcis, satu pengantre hanya bisa membeli maksimal untuk empat orang,” ujarnya.
Sebagai tambahan layanan terhadap calon penumpang selama masa angkutan lebaran ini, Daop VIII akan menyiapkan pos kesehatan di beberapa stasiun seperti Stasiun Gubeng, Pasar Turi, Surabaya Kota, Wonokromo, Sidoarjo, bangil, Malang, Blitar, dan Babat. ”Kami juga akan menayangkan sisa tempat duduk selama tujuh hari di reservasi Surabaya Gubeng dan Pasar Turi, termasuk jadwal dan tarif,” kata Mulianta.
Menurutnya, tarif dan sisa tempat duduk untuk kereta api yang pelayanan tiketnya sudah menggunakan sistem online, bisa diakses lewat internet di www.kereta-api.com. (has)
.
Tuesday, September 9, 2008
DAMRI Surabaya Berhasil Tekan Kerugian Miliaran Rupiah
Perum DAMRI Surabaya mengaku telah berhasil menekan angka kerugian operasi perusahaan hingga miliaran rupiah selama tiga tahun terakhir ini. Demikian menurut Kepala Tata Usaha Perum DAMRI Surabaya Sugeng Prayitno kepada tabloid-onboard.com di Surabaya, kemarin.
”Alhamdulillah selama tiga tahun terakhir ini kami sedikit demi sedikit dapat mengurangi angka kerugian. Bahkan tahun depan kami sudah memproyeksikan keuntungan di atas satu miliar,” kata Sugeng.
Sugeng mengatakan, sejak tahun 2006 hingga pertengahan tahun 2008, kondisi keuangan DAMRI Surabaya telah jauh membaik. Laporan keuangan tahun 2006, DAMRI Surabaya mengalami kerugian hingga Rp5 miliar. Kemudiaan pada tahun 2007 kerugiannya tinggal Rp1,7 miliar. ”Tahun 2008 ini, kami diberi target oleh pusat untuk mencetak laba satu miliar lebih. Dan kami optimis, lebih dari separuh target itu tercapai. Artinya, DAMRI Surabaya tidak merugi lagi,” tutur Sugeng.
Menurut Sugeng, sebelumnya kondisi DAMRI Surabaya sangat memprihatinkan. Selain perusahaan terus mengalami kerugian, semangat kerja karyawan pun mengalami penurunan. Bahkan sebagian karyawan yang tidak puas terhadap kondisi perusahaan sempat melakukan aksi unjuk rasa. ”Sekarang semangat kerja mereka sudah mulai pulih. Semua karyawan telah menyadari bahwa perusahaan ini adalah tempat untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga,” ujarnya.
Sugeng mengaku, pada awalnya untuk mengembalikan semangat mereka untuk bekerja sebaik-baiknya sangat sulit. Tetapi setelah dilakukan berbagai pendekatan dan diberikan pemahaman, serta komitmen perusahaan terhadap nasib mereka. Akhirnya karyawan kembali mau berusaha mempertahankan dan mengembangkan DAMRI Surabaya. ”Sekarang kami sudah tidak lagi kesulitan membayar gaji. Setiap tanggal 25 mereka sudah bisa ambil gajinya. Malah bulan ini, terkait dengan lebaran, kami berjanji akan menyediakan gaji mereka pada tanggal 20,” tutur Sugeng. (has)
”Alhamdulillah selama tiga tahun terakhir ini kami sedikit demi sedikit dapat mengurangi angka kerugian. Bahkan tahun depan kami sudah memproyeksikan keuntungan di atas satu miliar,” kata Sugeng.
Sugeng mengatakan, sejak tahun 2006 hingga pertengahan tahun 2008, kondisi keuangan DAMRI Surabaya telah jauh membaik. Laporan keuangan tahun 2006, DAMRI Surabaya mengalami kerugian hingga Rp5 miliar. Kemudiaan pada tahun 2007 kerugiannya tinggal Rp1,7 miliar. ”Tahun 2008 ini, kami diberi target oleh pusat untuk mencetak laba satu miliar lebih. Dan kami optimis, lebih dari separuh target itu tercapai. Artinya, DAMRI Surabaya tidak merugi lagi,” tutur Sugeng.
Menurut Sugeng, sebelumnya kondisi DAMRI Surabaya sangat memprihatinkan. Selain perusahaan terus mengalami kerugian, semangat kerja karyawan pun mengalami penurunan. Bahkan sebagian karyawan yang tidak puas terhadap kondisi perusahaan sempat melakukan aksi unjuk rasa. ”Sekarang semangat kerja mereka sudah mulai pulih. Semua karyawan telah menyadari bahwa perusahaan ini adalah tempat untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga,” ujarnya.
Sugeng mengaku, pada awalnya untuk mengembalikan semangat mereka untuk bekerja sebaik-baiknya sangat sulit. Tetapi setelah dilakukan berbagai pendekatan dan diberikan pemahaman, serta komitmen perusahaan terhadap nasib mereka. Akhirnya karyawan kembali mau berusaha mempertahankan dan mengembangkan DAMRI Surabaya. ”Sekarang kami sudah tidak lagi kesulitan membayar gaji. Setiap tanggal 25 mereka sudah bisa ambil gajinya. Malah bulan ini, terkait dengan lebaran, kami berjanji akan menyediakan gaji mereka pada tanggal 20,” tutur Sugeng. (has)
Subscribe to:
Posts (Atom)